Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Mei 2012

Cerita Cinta di Bandung


Sore ini aku buru-buru pulang karena teringat dengan tugas kuliah yang belum ku kerjakan sedangkan besok pagi adalah hari untukku menyerahkannya beserta Persentasinya, Meskipun ini tugas kelompok, tetapi dikelompoku tidak ada yang bisa ku andalkan, malah teman-teman yang lain main dulu ke rumah atau ke kosan teman mereka masing-masing. Aku pun mengencangkan jalanku karena jarak kosanku cukup jauh dari kampus, aku sengaja  mencari tempat yang jauh dari keramaian apalagi dengan kemacetan jalan yang sering terjadi didekat kampus yang membuat nafasku sesak, maklum dari kecil aku sudah punya penyakit asma dan saat ini asmaku semakin kronis. Aku pulang dengan berjalan kaki karena tadi pagi ku tak menggunakan Motor karena berangkat bareng dengan teman sekelasku Randy.
Setelah ku sampai di kosan bergegas ku untuk mengambil air wudhu dan shalat, baru sehabis itu aku langsung makan dulu dan kemudian ku buka laptoku dan mencari beberapa buku untuk ku jadikan referensi, sedang sisa isinya ku coba cari di blog untuk mempercepat tugasku agar  cepat selesai, karena badanku yang sudah lelah, akibat tadi pagi sebelum kuliah aku beserta anak-anak sekelas pergi latihan bermain Basket di Auditorium. Hampir 3 jam ku kerjakan tugas, namun tugasku baru sebagian sub judul makalahku yang baru kukerjakan ditambah mataku yang telah lelah sepertinya meminta untuk dipejamkan, aku pun pergi ke kamar mandi dan mengambil segelas air minum untuk sedikit menyegarkan mataku, aku pun kembali bertarung dengan tugasku yang ingin cepat-cepat kuselesaikan agar bisa sesegera beristirahat.

Sabtu, 28 Januari 2012

Who The Terroris?



 Negara kini semakin hari semakin bobrok saja, setelah semua Intitusinya dipenuhi tikus-tikus berdasi yang mementingkan pribadinya sendiri, dari pada rakyat. Yang harusnya diperjuangkan. Hal ini membuat semua orang kecewa dan merasa harus ada Revolusi secara besar-besaran, pemberitaan dibebagai media menghujat kinerja Pemerintahan dan Penegak hukumnya, baik itu pencarian fakta akan kesalahan yang dilakukan oleh pemerintahan dan juga adanya kekuatan  dari masyarakat sendiri yang disebut dengan “People’s Power” bahkan sekarang ini dengan menggunakan symbol-simbol baru untuk melawan bentuk penindasan dan menjungjung keadilan, seperti pengumpulan koin, sandal atau apapun untuk menunjukan simpati rakyat atas ketidak adilan yang berlaku.
Karena masalah itu munculah beberapa orang yang memiliki pemikiran untuk memporak porandakan gedung MPR/DPR, bukan dengan cara berdemo karena hal tersebut tidak akan menghasilkan apapun, malah akan memberikan celah Korupsi oleh para anggota dewan dalam perbaikan fasilitas yang rusak karena Demonstransi dengan harga yang lebih mahal dari semestinya.
 Oarang-orang ini adalah orang-orang yang telah disiapkan oleh sebuah kelompok rahasia, mungkin dalam cara kerja mereka bersikap seperti Tentara pemberontak dan juga kumpulan Teroris, seperti Al-Qaeda atau kelompok-kelompok Radikal lainnya, tetapi lebih rapih dan objektif. Dalam kelompok ini menganggap bahwa yang Teroris adalah mereka yang duduk di kursi senayan dan juga para penegak hukum yang dapat dikompromi dengan Uang dan Koneksi, seperti pisau  dapur yang tajam kebawah dan tumpul keatas. Kelompok ini belum pernah melakukan aksinya di dalam negeri, melainkan di negera-negara Timteng untuk membantu Negara-negara yang terdzolimi zionis.
[url=https://www.auroramine.com/?ref=40416][img]https://www.auroramine.com/assets/images/banner/b2.gif[/img][/url]