Sabtu, 28 Januari 2012

Bluethoot Sebagai Modem

 
   Budget kamu  gak cukup buat beli Modem? Juga bosen Cuma internetan di Hp?
Tapi pengen tetep eksis berselancar di Dunia Maya, tanpa harus capek-cepek ke Warnet!!
Tenang aja!! ada jawabanya untuk masalah kayak gitu, yang bisa bikin kita tetep online, dengan budget yang minim, yaitu pake Bluethoot.
Alatnya:
1.      Bluethoot USB Adapter yang ada CD-Driver
2.      Hp berbasis java (kecuali buat hp made in cina)
3.      Yang penting ada PCnya,hee

Caranya: 

  1.  Colokan Bluethoot kamu, lalu
  2.  Instalkan CD-driver BlueThoot, lalu Aktifkan Bluethoot di PC 
  3. Juga aktifkan Bluethoot yang di Hp berbasis java Nokia atau Sony ericsson kamu 
  4. Untuk mencari koneksi Bluethoot di PC kamu, klik gambar bulatan yang berwarna orange , seperti gambar diatas.
 5.  Lalu, setelah koneksi Bluethoot di Hp kamu muncul di PC,hubungkan koneksi Bluthoot  Hp Kamu  dengan PC dengan meng-klik gambar hp  kamu tersebut di tampilan Bluethoot PC sampai terlihat berubah warna menjadi berwarna hijau kekuningan(lihat gambar).
  6. Terakhir,  klik kotak di baris paling kiri hingga gambar koneksi Bluethoot Hp kamu ada gambar signalnya (lihat gambar)

        Dan tring… kamu bisa langsung berselancar di dunia maya..

Catatan: - Internetan tidak bisa dilakukan apabila kamu tidak punya pulsa,hehehe.

Semoga informasinya bermanfaat yaaa…^_^
***
Good Luck

Who The Terroris?



 Negara kini semakin hari semakin bobrok saja, setelah semua Intitusinya dipenuhi tikus-tikus berdasi yang mementingkan pribadinya sendiri, dari pada rakyat. Yang harusnya diperjuangkan. Hal ini membuat semua orang kecewa dan merasa harus ada Revolusi secara besar-besaran, pemberitaan dibebagai media menghujat kinerja Pemerintahan dan Penegak hukumnya, baik itu pencarian fakta akan kesalahan yang dilakukan oleh pemerintahan dan juga adanya kekuatan  dari masyarakat sendiri yang disebut dengan “People’s Power” bahkan sekarang ini dengan menggunakan symbol-simbol baru untuk melawan bentuk penindasan dan menjungjung keadilan, seperti pengumpulan koin, sandal atau apapun untuk menunjukan simpati rakyat atas ketidak adilan yang berlaku.
Karena masalah itu munculah beberapa orang yang memiliki pemikiran untuk memporak porandakan gedung MPR/DPR, bukan dengan cara berdemo karena hal tersebut tidak akan menghasilkan apapun, malah akan memberikan celah Korupsi oleh para anggota dewan dalam perbaikan fasilitas yang rusak karena Demonstransi dengan harga yang lebih mahal dari semestinya.
 Oarang-orang ini adalah orang-orang yang telah disiapkan oleh sebuah kelompok rahasia, mungkin dalam cara kerja mereka bersikap seperti Tentara pemberontak dan juga kumpulan Teroris, seperti Al-Qaeda atau kelompok-kelompok Radikal lainnya, tetapi lebih rapih dan objektif. Dalam kelompok ini menganggap bahwa yang Teroris adalah mereka yang duduk di kursi senayan dan juga para penegak hukum yang dapat dikompromi dengan Uang dan Koneksi, seperti pisau  dapur yang tajam kebawah dan tumpul keatas. Kelompok ini belum pernah melakukan aksinya di dalam negeri, melainkan di negera-negara Timteng untuk membantu Negara-negara yang terdzolimi zionis.

Jumat, 27 Januari 2012

PERANG BUBAT

Perang Bubat
Tahu akah anda dengan Perang Bubat?
Dimana Peristiwa pertempuran Bubat yang terjadi sekitar hampir 7 abad silam adalah sebuah peristiwa sejarah yang paling menarik untuk dikaji. Pasalnya, peristiwa yang menceritakan dendam kolektif itu tidak saja melahirkan aneka versi yang berkaitan dengan cerita-cerita tentang latar alasan kenapa peristiwa itu bisa terjadi, tetapi juga memunculkan pula aneka versi cerita yang berkaitan dengan apa yang terjadi setelah peristiwa Bubat.
Perang Bubat atau sebuah kejadian peperangan antara kerajaan Sunda dan kerajaan Majapahit, merupakan salah satu cerita sejarah yang sangat penting dalam perjalanan sejarah Nusantara. Terlebih lagi terhadap suku yang berada di kedua belah pihak, yakni kerajaan Sunda yaitu suku sunda dan kerajaan Majapahit, yaitu suku Jawa.
Majapahit yang sebenarnya merupakan bagian dari kerajaan Sunda, karena pendiri kerajaan Majapahit itu sendiri merupakan berasal dari orang Sunda (seperti hanya Sriwijaya di Palembang), yang nanti akan dibahas oleh penulis, karena pernikahan yang akan terlaksana tadinya merupakan jalan untuk memnjalin tali persaudaraan kembali antara kedua kerajaan.
Perang Bubat adalah salah satu tonggak sejarah yang sangat penting yang mewarnai perjalanan Nusantara. Perang yang mengawali kehancuran Majapahit itu menyisakan luka yang amat dalam bagi Jawa dan Sunda. Ini adalah akhir konflik kerajaan Majapahit dan Sunda Galuh, sekaligus kesalahan fatal Mahapatih Gajah Mada di akhir kariernya yang gilang gemilang.
Bukan hanya sebuah cerita fiktif belaka tentang terjadinya Perang Bubat ini . Perang ini bukan hanya telah menjadi cerita diantara kedua suku, namun juga menjadi sebuah tradisi dalam masyarakat akan hubungan keduanya. Dan juga yang perlu dibahas dalam masalah ini adalah kata “Perang”, namun pada kenyataannya ini adalah “Penyerangan” bukan perang, karena yang terjadi adalah penyerangan secara mendadak yang dilakukan oleh pihak Majapahit kepada kerajaan Sunda, yang keadaanya kekuatan tidak berimbang karena Sunda tidak ada maksud untuk peperangan melainkan untuk melaksanakan pernikahan anatara kedua pihak.

Sabtu, 10 Desember 2011

Filsafat Ilmu

FILSAFAT ILMU
DASAR-DASAR ILMU PENGETAHUAN

A. Landasan Ontologi
Ontologi yang merupakan salah satu bahasan filsafat yang paling kuno diantara lapangan penyelidikan filsafat yang lain yang membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret. Tokoh Yunani yang memiliki pandangan yang bersifat ontologis ialah seperti Thales, Plato, dan Aristoteles. Pemikiran awal mula alam Yunani telah menunjukan perenungan dalam bidang ontologi ialah atas pemikiran Thales, yang merupakan salah satu filsafat Yunani yang terkenal dan tertua.[1]
Pada masanya, kebanyakan orang belum bisa  membedakan antara penampakan dengan kenyataan. Dan pendekatan ontologi dalam filsafat mencullah beberapa paham, yaitu: (1) Paham monisme yang terpecah menjadi idealisme atau spiritualisme; (2) Paham dualisme, dan (3) pluralisme dengan berbagai nuansanya, merupakan paham Ontologik.
Ontologi merupakan cabang teori hakikat yang membicarakan hakikat sesuatu yang ada. Dari aliran ini muncul empat macam aliran filsafat, yaitu : (1) aliran Materialisme; (2) aliran Idealisme; (3) aliran Dualisme;(4) Prulallisme; (5) aliran Agnoticisme[2]. Pembicaraa tentang Hakikat adalah menerangkan dari segala sesuatu yang ada dan hal ini merupakan pembicaraan yang luas sekali, karena hakikat adalah suatu realitas, yakni sesuatu yang nyata dan sebenaranya. Jadi hakikat adalah sesuatu yang nyata dan sebenarya dan bukan kenyataan sementara, berubah dan menipu.  Adalah suatu hal yang harus kita terangka kepada orang lain dalam persoalan ontologi. Pertama kali orang dihadapkan kepada dua macam kenyataan, yakni: Pertama, pernyataan yang berupa materi (kebenaran). Kedua, kenyataan yang berupa rohani (Kejiwaan).[3]

Senin, 04 Juli 2011

Filsafat Imam Al-Ghazali



            Biografi Imam Al-Ghazali 
        Imam Al-Ghazali Lahir pada 450 H (1058 M) di desa Taberan distrik Thus, Persia, dan bernama Abu Hamid Muhammad, Gelarnya adalah "Hujjatul Islam" dan gelar wangsanya adalah Ghazzali. Nama ayahnya kurang begitu dikenal namun kakeknya adalah orang terpandang pada masanya.
          Ayahnya adalah seorang pemintal bulu wol, dan dari kehidupannya yang miskin beliau ingin agar anak-anaknya menjadi ulama atau orang shaleh. Sehingga setelahbeliau wafat anak-anaknya diasuh oleh teman baiknya seorang sufi dengan memberikan bekal sisa harta peninggalannya. Beliau meninggalkan wasiat “ saya sangat menyesal dulu tidak belajar. Untuk itu, saya berharap agar keinginan itu terwujud pada kedua anak saya ini, maka didiklah keduanya dan gunakanlah sedikit harta peninggalan saya unuk mengurus keperluannya.”[1]
Sufi tersebut memastikan pendidikan kedua ank temannya ini, sampai habislah harta peninngalan ayahnya. Akhirnya sang sufi menyarankan mereka untuk pergi ke Sekolah yang menyediakan beasiswa.
Setelah belajar dari teman ayahnya, Al-Ghazali dan adiknya melanjutkan pendidikan ke sekolah agama didaerahnya, di Thus dan belajar ilmu fiqh dari Abu Hamid Ahmad Ibn Muhammad Ath-Thusi Ar-Radzkani, lalu berangkat ke daerah Jurjan dan berguru pada Abi Al-Qaim Islmail. Kemudian, beliau melakukan perjalanan ke Naisabur dan tinggal di Madrasah Nizhamiyah, pimpinan Al-Haramain Al-Juwaini. Pada waktu itu, Naisabur dan Khurasan merupakan salah satu pusat ilmu pengetahuan yang terkenal di dunia Islam. Kemudian, beliau menjadi murid Imam Al-Haramain Al-Juwaini (guru besar di Madrasah Nizhamiyah Naisabur). Di antara pelajaran yang diberikan di sekolah ini adalah teologi, fiqh dan ushul fiqh, filsafat, logika dan sufisme. Beliau tinggal di Naisabur sampai wafatnya Al-Haramain tahun 1095 M.
Ketika Al-Ghazali mendalami ilmu kalam, beliau banyak melihat bahaya yang ditimbulkan dari perkembangan pemikiran ilmu kalam daripada manfaatnya. Ilmu ini lebih banyak mengeluarkan premis-premis yang mempersulit dan menyesatlkan ketimbang menguraikannya secara jelas. Karena itulah, Al-Ghazali meninggalkan ilmu kalam dan pindah mengejar ilmu filsafat. Akan tetapi, di bidang filsafat pun, Al-Ghazali banyak menentang kecenderungan para filsuf pada masanya yang membahayakan akidah.
Setelah banyak mendalami filsafat, Imam Al-Ghazali memandang bahwa filsafat tidak mampu menyingkap metafisika, bahkan banyak melahirkan kerancuan filsuf dalam menerapkan dalil. Imam Al-Ghazali kemudian melakukan kritik terhadap filsafat dan meninggalkannya.
Al-Ghazali beralih dari filsafat ke aliran bathiniyah. Kelompok bathiniyah ini sangat kontra dengan para filsuf yang menggunakan rasio sebebas-bebasnya. Mereka hanya menerima realitas dari Imam yang ma’sum (terpelihara dari dosa), yang menurut mereka akan selalu ada setiap masa.
Imam Al-Ghazali tidak menerima keyakinan aliran bathiniyah tentang ke ma’sum para imamnya, tetapi Al-Ghazali menyebutkan dengan istilah al-qisthas al-mustaqim, yaitu hal ini tidak dapat diperoleh dari Imam yang ma’sum, tetapi akan didapat dari Al-Qur’an sebagai sumber dan Al-Hadist.
Dengan kritik tersebut, Al-Ghazali meninggalkan aliran bathiniyah dan beliau memilih tasawuf sebagai tempat pencarian ketenangan jiwa dan pikiran.

Zakat


         Pengertian Zakat
Menurut bahasa kata Zakat (zakah) mengandung banyak arti, antara lain keberkahan, kesucian, kebaikan dan kesuburan. Berasal dari kata zaka yakni kata kerja untuk masa lalu dan yazku  kata kerja masa sekarang dan mendatang, yang berarti bertambahnya jumlah sesuatu atau tanaman dengan subur. Adapun kata zakiy digunakan untuk menyebut seseorang yang berbuat baik, terpuji, terpercaya atau kebajikan  dan sebagainya.
Zakat menurut istilah agama islam ialah kadar harta yang tertentu, yang wajib dikeluarakn oleh seseorang yang diberikan kepada yang memerlukan seperti fakir, miskin, serta untuk kepentingan nggota masyarakat lainnya yangmemerlukan bantuan dan berhak menerimanya, dengan beberapa syarat dan ketentuan untuk pemberi dan penerimanya. Disebut demikian, karena zakat memberikan kesuburan dan kebersihan serta keberkahan dalam harta tersebut. Seperti tanaman yang dibersihkan dari  hama sehingga tumbuh subur.[1]

         Dalil Al-Qur’an dn As-susnah tentang Zakat
Sebagai salah satu rukun islam yang lima. disebutkan dalam al-qur’an sebanyak tiga puluh dua kali dalam Al-Qur’an, dan juga dalam Hadits. Namun dalam hal ini penulis hanya menuliskan sebagian ayat-ayat dan hadits yang berkenaan dengan zakat.
1. Diantaranya adalah Firman Allah SWT
QS Al-Baqarah 2:43
Artinya: “,,,dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukulah dengan orang-orang yang ruku’.” (QS. Al-Baqarah 2:43)
Dalam surat At-Taubah 9:103
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا
Artinya: “Ambillah dari harta mereka sedekah(zakat) untuk membersihkan mereka dan menghapuskan kesalahan mereka.” (A-Taubah 9:103)
Juga dalam surat Al-Baqarah 2:277
Artinya:”Sesungguhnya orang-orang beriman serta mengerjakan kebaikan, melakukan shalat, membayar zakat, mereka itu memperoleh ganjaran disisi allah, mereka tiada akan takut dan berdukacita.” (Al-Baqarah 2:277)
2. Diantaranya Sabda Nabi Muhammad SAW
بُني الإسلام على خمس: شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله، وإقام الصلاة، وإيتاء الزكاة، وصوم رمضان، وحج البيت
Artinya: ”Islam itu di tegakkan di atas 5 dasar: (1) Menyaksikan tidak ada tuhan selain Allah, dan bahwasannya nabi Muhammad itu utusan Allah.(2) Mengerjakan shalat lima waktu.(3) Membayar zakat.(4) engerjakan Haji.(5) Berpuasa dalam bulan Ramadhan”.(Sepakat ahli Hadits).[2]           
Dan Sabda Nabi Saw, ketika mengutus Mu’adz ke Yaman,
”Beri tahulah mereka bahwa Allah telah mewajibkan  dikeluarkannya sedekah dari harta-harta mereka, yang diambil dari para hartawan mereka untuk diberikan kepada fakir-miskan diantara mereka
[url=https://www.auroramine.com/?ref=40416][img]https://www.auroramine.com/assets/images/banner/b2.gif[/img][/url]